Senin, 17 Januari 2011

Isomorphism (isomorfis)

Konsep isomorfis digunakan dalam teori organisasi. Konsep ini berawal dari Amos Hawley, seorang antropologist, yang menemukan bahwa unit-unit yang berada dalam satu lingkungan yang sama, akan sama pula bentuk keorganisasiannya. Konsep isomorfis lahir, karena tiap unit dalam satu unit sosial, akan menuju pada cara bertahan hidup yang paling tepat dan baik (best adapted to survival).

Sementara, kalangan neo kelembagaan, menjelaskannya melalui konsep social fitness. Satu lingkungan kelembagaan tertentu hanya akan melegitimasi satu bentuk organisasi saja, atau cenderung hanya pada satu bentuk yang lebih kurang sama (similar).

Menurut DiMaggio dan Powell, institutional isomorphism memperhatikan berbagai hal di lingkungannya baik yang berbentuk pemaksaan (coercive), normatif, dan mekanisme mimetik. Organisasi-organisasi individual akan cenderung similar tanpa melihat efisiensinya. Struktur formal dan non formal juga merupakan hal yang perlu dipertimbangkan dalam mempelajari gejala isomorfisme. Keduanya memberi pengaruh pada struktur dan prosedur dalam organisasi.


*****

1 komentar:

  1. Terima kasih atas penjelasannya. Kira-kira ada tulisan lain tentang penjelasan lengkap dari tiga jenis ismorphism ini tidak ya?

    BalasHapus